Saturday, November 17, 2012

LAPORAN PKP UT BU SUPRIYATIN



PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
DENGAN METODE DEMONSTRASI EKSPERIMEN
PADA MATA PELAJARAN IPA DAN IPS



(Laporan)








Oleh

SUPRIYATIN
NIM : 814 646 058













UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN
UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG
2009


LEMBAR PENGESAHAN


1.
Judul Laporan
:
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN AHSIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE DEMONSTRASI EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN IPA DAN IPS SD NEGERI  1  PANGGUNG REJO KEC.. RAWAJITU UTARA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

2.   Identitas Peneliti                          :

N A M A                                       : SUPRIYATIN
NIM                                               : 814 646 058
PROGRAM STUDI                    : S-1 PGSD
MASA UJIAN                              : 2009.2
KELOMPOK BELAJAR                        : BUMI DIPASENA
 

3.   Lokasi Penelitian                         :

NAMA SEKOLAH                      : SD NEGERI 1 PANGGUNG REJO
KELAS                                         : I (SATU)
MATA PELAJARAN                  : IPA DAN  IPS
ALAMAT                                      : Panggung Rejo Kec. Rawajitu Utara
                                                        Kab. Mesuji
 

4.   Lama Penelitian                        : 1 Bulan (3 Siklus Pembelajaran)


  Bumi Dipasena,     Nopember 2009
Mengetahui                                                        Mahasiswa
Supervisor



RODIANTO, S.Pd. M.Pd.                                 SUPRIYATIN
NIP 19730515199903 1 004                            NIM  814 646 058


ii
KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian Alam, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang setia mengagungkan asma-Nya. Atas Rahmat tersebut kami dapat menyelesaikan penelitian dan laporannya dari awal hingga akhir alhamdulillah berjalan lancar, sesuai dengan yang diharapkan.

Laporan yang amat sederhana ini disusun sebagai tugas akhir perkuliahan Universitas Terbuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program S-1 PGSD pada mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).
Dengan selesainya laporan ini, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1.  Bapak  P A D R I, S.Pd.SD.   selaku Pengelola S-1 PGSD Kelompok Belajar (Pokjar) Bumi Dipasena yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan untuk melaksanakan perkuliahan dan penelitian untuk laporan ini.
2.  Bapak Rodianto, S.Pd. M.Pd., selaku Bapak Dosen Pembimbing mata kuliah PKP yang telah memberikan bimbingan dan pengarahannya dalam penelitian dan penulisan laporan ini hingga selesai.
3.  Bapak Gono, A,Ma. Pd.   selaku Kepala SD negeri 1 Panggung Rejo yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan penelitian.
4.  Ibu Aminah, A.Ma. selaku teman sejawat yang dengan setia mendampingi, mengamati dan memberikan masukan-masukan yang amat berarti untuk kelancaran proses penelitian ini.


iii
5.  Bapak Ibu guru SD Negeri 1 Panggung Rejo yang telah membantu pelaksanaan observasi dalam perbaikan pembelajaran ini.
Rekan-rekan Mahasiswa S-1 PGSD Pokjar Bumi Dipasena sebagai rekan diskusi dalam pelaksanaan pembelajaran dan penyusunan laporan ini.
Kepada semua pihak (tidak dapat kami sebutkan satu persatu) yang memberikan bantuan baik moril naupun materiil hingga terselesaikannya penyusunan dan penulisan laporan ini, kami tidak bisa memberikan apa-apa kecuali hanya bisa berdoa semoga akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca dan kami berharap kiranya laporan ini ada manfaatnya, khususnya bagi kami pribadi dan umumnya kepada segenap pembaca sekalian. Amin.



         Bumi Dipasena,    Nopember 2009

         Penulis,




         SUPRIYATIN
          NIM. 814 646 058










iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ..............................................................................................    i
LEMBAR PENGESAHAN .....................................................................................   ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................           iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................            v
DAFTAR TABEL............................................................................................          vii

BAB   I                    :  PENDAHULUN
A.    Latar Belakang Masalah ........................................             1
B.     Rumusan Masalah ..................................................             4
C.     Tujuan Penelitian ...................................................             4
D.    Manfaat dan Kegunaan Penelitian ........................             5

BAB  II                     :  KAJIAN PUSTAKA
A.    Pengertian Aktivitas ............................................             6
B.     Pengertian Hasil Belajar ......................................             6
C.     Pengertian Pembelajaran Konstruktivisme ..........           11

BAB  III                    :  PELAKSANAAN PENELITIAN
                                      A.  Subjek Penelitian ..........................................................  13
                                      B.  Deskripsi Per Siklus .............................................          14


v   
BAB  IV                    :  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN  
                                     A. Deskripsi Hasil Penelitian ......................................           18
                                          1. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa .................           18
                                          2. Peningkatan Hasil Belajas Siswa .......................           19
                                     B. Pembahasan ...........................................................           19
                                          1. Siklus I ...............................................................           19
                                          2. Siklus II .............................................................           22
                                          3. Siklus III ............................................................           25

BAB    V                     : KESIMPULAN DAN SARAN
                                      A.  Kesimpulan ..........................................................           28
                                      B. Saran......................................................................           29

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN









vii
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi Sumber daya Manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Ada dua buah konsep kependidika yang berkaitan dengan lainnya, yaitu belajar (learning) dan penbelajaran (intruction). Konsep belajar berakar pada pihak peserta didik dan konsep pembelajaran erakar pada pihak pendidik.

Dalam proses belajar mengajar (PBM) akan terjadi interaksi antara peserta didik dan pendidik  . Peserta didik adalah seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkannya, sedang pendidik adalah seseorang aatau sekelompok orang yang berprofesi sebagai pengolah kegiatan belajar mengajar dan seperangkat peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.
Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik, guru (pendidik) tujuan pembelajaran, isi pelajaran, metode mengajar, media dan evaluasi. Tujuan pembelajara adalah perubahan prilaku dan tingkah laku yang positif dari  peserta didik setelah mengikuti  kegiatan belajar mengajar, seperti : perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (overbehaviour) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur katanya, motorik dan gaya hidupnya.
Tujuan pembelajaran yang diinginkan tentu yang optimal, untuk itu ada beberapa yang perlu diperhaikan oleh pendidik, salah satu diantaranya yang menurut penulis penting adalah Metodologi mengajar. Mengajar merupakan istilah kunci

2
yang hampir tak pernah luput dari pembahasan mengenai pendidikan karena keeratan hubungan antara keduanya.
Metodologi mengajar dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh pendidik, karena keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) bergantung pada cara/mengajar gurunya. Jika cara mengajar gurunya enak menurut siswa, maka siswa akan tekun, rajin, antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan dan tingkah laku pada siswa baik tutur katanya, sopan santunnya, Motorik dan gaya hidupnya.
Metodologi mengajar banyak ragamnya, kita sebagai pendidik tentu harus memiliki metode mengajar yang beraneka ragam, agar dalam proses belajar mengajar tidak menggunakan hanya satu metode saja, tetapi harus divariasikan, yaitu disesuaikan dengan tipe belajar siswa dan kondisi serta situasi yang ada pada saat itu, sehingga tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh pendidik dapat terwujud/tercapai.
Memilih metode guna meningkatkan prestasi belajar khususnya mata pelajaran IPA dan IPS SD digunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      pertama, mendasarkan pada pendapat orang lain ( ahli ) mengenai metode mana yang tepat.
2.      Kedua, menerapkan metode tersebut kemudian membandingkan penggunaan metode-metode itu sehingga didapatkan pilihan yang tepat mengenai metode yang akan digunakan untuk meningkatkan prestasi  belajar.
Pada pembelajaran kelas rendah terutama kelas I (satu) yang menurut teori masih berada pada tahap pra operasional, maka pembelajaran yang dilakukan guru tentunya  harus  disesuaikan  metodenya. Metode  yang dipandang  sesuai dengan
3
perkembangan siswa kelas I adalah metode demonstrasi experimen (peragaan percobaan).
Metode demonstrasi experimen diaplikasikan dalam belajar mengajar untuk mendorong siswa berpikir kongkret, kritis, dan mendorong siswa mengekspresikan pengetahuan dan pengalamannya secara bebas, dan mengambil satu alternatif  kesimpulan atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang cermat dan logis.
Oleh karena itu peneliti menawarkan sebuah alternative dengan mengambil metode pembelajaraan IPA dan IPS kelas rendah dengan metode demonstrasi eksperimen. Pada penelitian ini peneliti mengambil judul “Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Demonstrasi  Eksperimen pada Mata Pelajaran IPA dan IPS Kelas I SD Negeri 1 Panggung Rejo Kecamatan Rawajitu Utara Tahun Pelajaran 2009/2010.”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas penulis menentukan rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Bagaimana penerapan metode demonstrasi eksperimen dalam meningkatkan aktivitas dan hasil brlajar siswa kelas I SD Negeri 1 Panggung Rejo Kecamatan Rawajitu Utara?
  2. Apakah metode demontrasi eksperimen dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas I SD Negeri 1 Panggung Rejo Kecamatan Rawajitu Utara?


4
C.    Tujuan
Sebagaimana rumusan masalah diatas penelitian bertujuan sebagai berikut :
1.       Menerapkan metode demonstrasi eksperimen pada mata pelajaran IPA dan IPS kelas I SD Negeri Panggung Rejo Rawajitu Utara.
2.       Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS kelas 1 SD Negeri 1 Panggung Rejo Rawajitu Utara dengan metode demontrasi eksperimen.

D.    Manfaat penelitian
Ada banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan penelitian yaitu :
  1. Bagi siswa
Menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar, meningkatkan keberanian siswa untuk berpendapat ataupun mengutarakan pertanyaan sehingga mampu menepis perasaan kecemasan pelajaran, membiasakan siswa untuk kritis dan kreatif dalam KBM sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
  1. Bagi Guru
Menambah wawasan guru dan pengetahuan tentang pembelajaran yang efektif untuk pembelajaran IPA dan IPS sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
  1. Bagi Sekolah
Dengan dikenalnya dandikembangkannya metode pembelajaran yang variatif dan kreatif akan meningkatkan prestasi akademik siswa yang mana akan berpengaruh juga terhadap kualitas dan mutu pembelajaran dari sekolah yang bersangkutan.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Pengertian Aktivitas Belajar

Pada prinsipnya belajar itu adalah berbuat “Learning by doing” dan memegang  peranan penting dalam menunjang prestasi belajar.  Gie (1981 : 6) mengemukaan bahwa yang dimaksud dengan aktivitas belajar adalah segenap rangkaian atau aktivitas belajar yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan  dalam dirinya berupa perubahan pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya sedikit banyak permanen”.

Sardiman (2006 : 100) menyatakan bahwa aktivitas belajar dibagi menjadi aktivitas fisik dan aktivitas mental. Aktivitas fisik adalah peserta didik adalah giat aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain atau bekerja tidak hanya duduk mendengarkan, melihat atau pasif. Peserta didik yang memiliki mental adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau berfungsi dalam rangka pembelajaran. Sedangkan kata belajar berasal dari kata dasar “ajar” yang mendapat awalan ber- menjadi belajar, yang berarti “berusaha supaya memperoleh kepandaian, ilmu dan sebagainya”.

Pengertian tenang belajar itu sangat kompleks, sehingga banyak pengertian yang dapat diambil dari padanya. Akan tetapi belajar mempunyai ciri-ciri kegiatan yang antara lain adalah : “ Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui suatu pengalaman atau latihan”. Manusia belajar dengan tujjuan agar terjadi perubahan didalam aspek kehidupannya, baik manusia itu sebagai makhluk psichophisis, makhluk socioindividual ataupun makhluk culturreligius.
6
Untuk lebih memperjelas tentang pengertian belajar, maka penulis perlu mendefinisikan pengertian belajar menurut pemikiran para ahli. Walaupun terjsdi perbedaan yang dipengaruhi oleh sudut pandang yang berbeda, tetapi pada prinsipnya mempunyai titik persamaan.

Soejanto mendefinisikan belajar adalah sebagai berikut:
“Belajar adalah suatu proses perubahan yang terus menerus pada diri manusia karena usaha untuk mencapai kearah kehidupan atas bimbingan tentang cita-citanya dan sesuai dengan cita-cita dan falsafahnya”.

Ditinjau dari sikap individu dalam menghsdspi objek yang dipelajari, belajar adalah suatu kegiatan menyusun dan mengatur lingkungan dengan sebaik-baiknya, sehingga lingkungan tersebut terserap oleh individu yang bersangkutan.
Jika ditinjau dari segi aktivitas (kegiatan), belajar adalah suatu kegiatan untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan pengembangan tertentu dari sikap-sikap bagi orang yang melakukannya.

Dari uraian diatas, belajar mempunyai beberapa pengertian yaitu yang pertama bahwa belajar merupakan perubahan-perubahan dari proses kerjanya urat syaraf. Kedua belajar mempunyaiarti kemampuan menyusun dan mengatur lingkungan denga sebaik-baiknya dan yang ketiga belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh pengertian dan pengembangan sikap.




7
B.     Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang telah dicapai seseorang setelah ia mengalami proses belajar, dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan atau yang dilaluinya. Penilaian hasil belajar perlu dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana tujuan untuk instruksional yang telah diajarkan dalam kegiatan pembelajaran yang telah dikuasai siswa.

Hal ini sejalan dengan Bahri (2002 : 142) yang menyatakan bahwa : Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar yaitu : (1) faktor lingkungan : lingkungan alami dan lingkungan budaya; (2) faktor instrumental : kurikulum, program, sarana, fasilitas, dan guru; (3) kondisi fisiologis : kondisi fisiologis, kondisi panca indra; (4) kondisi psikologis : minat, kecerdasan, bakat, motivasi, kemampuan kognitif.

Keberhasilan dalam belajar perlu dinilai, hal ini sesuai dengan pendapat Sudjana dan Hetwijis Vera Visana (2001:7) yang  menyatakan bahwa penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu.

Arikunto (1997:282) menyatakan bahwa :”Bagi seorang siswa nilai merupakan cermin dari keberhasilan belajar. Namun bukan hanya siswa sendiri yang memerlukan cermin keberhasilan belajar, guru dan orang lainpun memerlukannya”.

8
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut ditinjau dari sudut peristiwa yang terjdadi pada sistem psichophisis seseorang yang melakukan belajar berarti suatu  proses bekerjanya sistem urat ssaraf dimana berbagai perubahan terjadi didalamnya. Ditinjau dari sikap individu dalam menghadapi objek yang dipelajari, belajar dalam suatu kegiatan menyusun dan mengatur lingkungan dengan sebaik-baiknya, sehingga lingkungan tersebut terserap oleh individu yang bersangkutan. Jika ditinjau dari segi kegiatannya, belajar adalah suatu kegiatan untuk memperoleh  kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan pengembangan tertentu dari sikap-sikap bagi orang yang melakukannya.

C.    Pengertian Metode Demonstrasi  Eksperimen

Istilah metode demonstrasi eksperimen dalam pembelajaran merupakan dua kata yang umumnya berdiri sendiri-sendiri, yaitu metode demonstrasi dan metode eksperimen. Pada hakikiatnya kedua istilah tersebut dalam prakteknya sulit dipisahkan, karena keduanya berkemungkinan kuat selalu digunakan secara bersamaan. Di sisi lain, dalam pembelajaran dikelas, tidak menutup kemungkinan atau bahkan seorang guru dituntut mampumengkolaborasikan dua metode atau lebih dalam pelaksanaan pembelajarannya yang lebih populer disebut dengan pendekatan pembelajaran bervariatif. Atas dasar pemikiran seperti itulah dalam hal ini penulis sengaja menggabungkan dua istilah tersebut (demonstrasi eksperimen) dalam satu tema, yaitu menjadi nama sebuah metode pembelajaran di kelas.


9
Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objeknya atau caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukkan proses tertentu. Sedangkan metode eksperimen merupakan metode mengajar dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses. Metode demonstrasi eksperimen  dapat digunakan pada semua mata pelajaran. Dalam pelaksanaannya guru harus sudah yakin bahwa seluruh siswa dapat memperhatikan (mengamati) terhadap objek yang akan diperagakan atau dicobakan. Dengan peragaan dan percobaan dimaksudkan bahwa guru dan siswamencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil pekerjaannya. Setelah selesai siswa ditugaskan untuk membanding-bandingkan dengan hasil percobaan/eksperimen yang lain, kemudian diskusikan bila ada perbedaan dan kekeliruan.

Prosedur pelaksanaan metode demonstrasi eksperimen dapat dilakukan sebagai berikut :
Pertama, mempersiapkan alat bantu yang akan digunakan ;
Kedua,  memberikan penjelasan atau informasi tentang tugas atau topik yang akan diperaga-cobakan;
Ketiga, pelaksanaan demonstrasi eksperimen dengan peniruan dan lembar kerja yang disusun secara sisematis ;
Keempat, penguatan perolehan temuan-temuan demonstrasi eksperimen dilakukan dengan diskusi, tanya jawab dan latihan;
Kelima, kesimpulan.
    
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN


A.    Subjek penelitian

  1. Lokasi penelitian
Penelitian sebagai perbaikan pemelajaran ini dilaksanakan di kelas 1 semester 1 SD Negeri I Panggung Rejo Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji Lampung.

  1. Waktu penelitian
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan yaitu mulai tanggal 01 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2009, dengan 12 jam pelajaran (6 kali pertemuan ). Siswa yang menjadi subjek penelitian ini berjumlah 28 orang siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 10siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti (guru bidang study), seorang obsever, dan kepala sekolah sebagai penanggung jawab. Sebagai gambaran kongret jadwal penelitian ini adalah :

Tanggal 12 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus I
Tanggal 19 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus II
Tanggal 26 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus III
Tanggal 14 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus I
Tanggal 21 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus II
Tanggal 28 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus III

11
  1. Mata pelajaran
Adapun mata pelajaran yang diteliti adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
  1. Kelas
Kelas yang dijadikan tempat penelitian ini adalah kelas I SD Negeri I Panggung Rejo Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji.
  1. Karakteristik siswa
Secara umum keberadaan siswa kelas VI SD Negeri I Panggung Rejo tergolong anak yang biasa-biasa, baik ditinjau dari segi kecerdasan (intellegensia) maupun kepribadian dan moralitasnya. Namun dari segi latar belakang keluarganya, mereka cukup beragam, mulai dari ekonomi kelas rendah (yang mayoritas), ekonomi menengah. Demikian juga latar belakang pendidikan keluarga (orang tua murid) amat beragam, mulai dari Sdsampai SLTA dan ada beberapa orang yang sudah berpendidikan Sarjana.

B.     Deskripsi Per Siklus

Pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran ini melalui langkah siklus sebanyak tiga siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu:  Perencanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) (Suharsini Arikunto,2006).
1.      Perencanaan
a.       Menyusun jadwal mengajar
b.      Membuat perangkat pembelajaran

12
c.       Menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan
d.      Mempersiapkan media pembelajaran yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran
e.       Mempersiapkan lebar observasi dan catatan lapangan
2.      Pelaksanaan
Tahap ini merupakan pelaksanaan dari tahap perencanaan, yang meliputi :
a.       Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang dicapai dan mengabsen siswa;
b.      Guru memotivasi siswa agar belajar siswa bersama dalam kelompok dan belajar bertanggung jawab pada kelompoknya;
c.       Guru menyampaikan materi yang telah ditentukan dan membagi tugas untuk mengelompokkan benda dan sifatnya, dan pentingnya kerukunan dalam keluarga;
d.      Guru bersama teman sejawat mengamati proses kegiatan demonstrasi dan eksperimen baik secara individu maupun kelompok dan guru memberikan bimbingan pada siswa;
e.       Setiap kelompok atau secara individu menuliskan nama benda dan sifatnya di papan tulis, atas hasil percobaan dan peragaannya;
f.       Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi
g.      Guru memberikan tes tertulis secara individu di akhir siklus;
h.      Siswa yang mendapat nilai kurang dari 65 dan rata-rata nilai yang kurang dari ketentuan minimal, maka dilakukan perbaikan.

13
3.      Pengamatam dan Pengumpulan Data
Dalam pengamatan penelitian tindakan kelas ini peneliti bekerja sama dengan guru (teman sejawat) yaitu seorang guru dari SD Negeri I Panggung Rejo Kecamatan Rawajitu Utara, yang bertugas mengamati selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan ini dituangkan dalam catatan lapangan yang telah dipersiapkan.
1)      Lembar Pengamatan 1 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang digunakan untuk menilai kinerja guru dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
2)      Lembar pengamatan 2 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang digunakan untuk menilai kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
3)      Lembar Pengamatan 3 adalah data primer yang digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa pada setiap siklus.

4.      Refleksi
Refleksi ini merupakan kegiatan dalam menganalisis, memahami dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan catatan lapangan. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes dan observasi, serta menentukan perkembangan kemajuan dan kelemahan yang terjadi, sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya.
Pada siklus II, pelaksanaannya berdasarkan refleksi dari siklus I dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses

14
kegiatan pembelajaran siklus II ini telah banyak ditemukan kelemahan-kelemahan pada siklus I dan di sini diadakan perbaikan.
Pada siklus III, pelaksanaanya berdasarkan refleksi dari siklus II dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan :
Perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus III ini telah banyak dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan pada siklus II. Jadi pada siklus ke III ini merupakan siklus terakhir dalam perbaikan.
















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Deskripsi Hasil Penelitian
1.      Hasil/Temuan yang Diperoleh
Pada setiap akhir pembelajaran siklus I, II, dan III, selalu diadakan tes evaluasi dan pengamatan. Hasil tersebut akan disajikan dalam bentuk tabel yang memuat isi keseluruhan hasil/temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian. Hasil tersebut diperoleh dari catatan-catatan peneliti sendiri dan catatan-catatan guru pendamping atau teman sejawat.

Tabel 1 : Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Mata Pelajaran IPA
NO.
NAMA SISWA
SIKLUS
I
II
III
1
Nanang Saibur Rahman
50
60
71
2
Cecep Saifudin
49
56
65
3
Iwan
71
82
91
4
Agus Riyanto
60
73
85
5
Alsa
66
79
90
6
Ahmad Efendi
40
55
64
7
Dhita Yunizar
56
63
72
8
Fitri Yani
55
65
78
9
Imam Mujtahid
72
83
95
10
Jerli Enggel
60
72
85
11
Juwita
61
70
81
12
Muhamad Erwan
53
65
74
13
Muhamad Erwin
65
77
87
14
Markos Adi Saputra
70
83
94
15
Nike Fitriyani
42
54
65
16
Niko Sri Wahyudi
54
59
66
16
17
Nadila Sawitri
30
44
56
18
Pahrozi
72
83
95
19
Putri Nikmatul Hasanah
70
80
90
20
Renda Apriansah
66
79
87
21
Rieske Octa Verantika
65
68
75
22
Riskiyanto
65
79
81
23
Rini Agustin
55
65
77
24
Sugeng Tri Widodo
50
65
72
25
Tri Dewi Pangestu
56
66
70
26
Turyani
71
83
91
27
Roijadi
65
71
83
28
Erpan
34
45
56
JUMLAH
1623
1926
2199
RATA-RATA
57,96
68,78
78,53

Tabel 2 : Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Mata Pelajaran IPS
NO.
NAMA SISWA
SIKLUS
I
II
III
1
Nanang Saibur Rahman
51
60
70
2
Cecep Saifudin
45
56
65
3
Iwan
70
81
92
4
Agus Riyanto
65
73
82
5
Alsa
65
75
89
6
Ahmad Efendi
45
56
65
7
Dhita Yunizar
55
65
71
8
Fitri Yani
56
65
70
9
Imam Mujtahid
70
81
92
10
Jerli Enggel
65
74
85
11
Juwita
65
76
87
12
Muhamad Erwan
50
65
72
13
Muhamad Erwin
65
69
78





17
14
Markos Adi Saputra
71
79
86
15
Nike Fitriyani
44
59
66
16
Niko Sri Wahyudi
55
65
72
17
Nadila Sawitri
35
44
65
18
Pahrozi
70
81
94
19
Putri Nikmatul Hasanah
71
83
96
20
Renda Apriansah
65
70
84
21
Rieske Octa Verantika
65
71
84
22
Riskiyanto
65
74
86
23
Rini Agustin
54
65
72
24
Sugeng Tri Widodo
55
65
77
25
Tri Dewi Pangestu
56
66
76
26
Turyani
70
80
93
27
Roijadi
61
65
76
28
Erpan
35
45
56
JUMLAH
1639
1908
2200
RATA-RATA
58,54
68,14
78,57

Tabel 3 : Hasil Ulangan Harian Siswa Mata Pelajaran IPA
NO.
NAMA SISWA
SIKLUS
I
II
III
1
Nanang Saibur Rahman
50
60
71
2
Cecep Saifudin
49
56
65
3
Iwan
71
82
91
4
Agus Riyanto
60
73
85
5
Alsa
66
79
90
6
Ahmad Efendi
40
55
67
7
Dhita Yunizar
56
63
72
8
Fitri Yani
55
65
78
9
Imam Mujtahid
72
83
95
10
Jerli Enggel
60
72
85





18
11
Juwita
61
70
81
12
Muhamad Erwan
53
61
74
13
Muhamad Erwin
65
77
87
14
Markos Adi Saputra
70
83
94
15
Nike Fitriyani
42
54
65
16
Niko Sri Wahyudi
54
59
66
17
Nadila Sawitri
30
44
56
18
Pahrozi
72
83
95
19
Putri Nikmatul Hasanah
70
80
90
20
Renda Apriansah
66
79
87
21
Rieske Octa Verantika
60
68
75
22
Riskiyanto
63
79
81
23
Rini Agustin
55
65
77
24
Sugeng Tri Widodo
50
61
72
25
Tri Dewi Pangestu
56
66
70
26
Turyani
71
83
91
27
Roijadi
60
71
83
28
Erpan
34
45
56
JUMLAH
1611
1917
2201
RATA-RATA
57,53
68,46
78,60

Tabel 4 : Hasil Ulangan Harian Siswa Mata Pelajaran IPS
NO.
NAMA SISWA
SIKLUS
I
II
III
1
Nanang Saibur Rahman
51
60
70
2
Cecep Saifudin
45
56
65
3
Iwan
70
81
92
4
Agus Riyanto
62
73
82
5
Alsa
65
75
89
6
Ahmad Efendi
45
56
65
7
Dhita Yunizar
55
60
71





19
8
Fitri Yani
56
62
70
9
Imam Mujtahid
70
81
92
10
Jerli Enggel
63
74
85
11
Juwita
65
76
87
12
Muhamad Erwan
50
60
72
13
Muhamad Erwin
64
69
78
14
Markos Adi Saputra
71
79
86
15
Nike Fitriyani
44
59
66
16
Niko Sri Wahyudi
55
60
72
17
Nadila Sawitri
35
44
55
18
Pahrozi
70
81
94
19
Putri Nikmatul Hasanah
71
83
96
20
Renda Apriansah
65
70
84
21
Rieske Octa Verantika
64
71
84
22
Riskiyanto
65
74
86
23
Rini Agustin
54
61
72
24
Sugeng Tri Widodo
55
65
77
25
Tri Dewi Pangestu
56
66
76
26
Turyani
70
80
93
27
Roijadi
61
65
76
28
Erpan
35
45
56
JUMLAH
1632
1886
2190
RATA-RATA
58,28
67,35
78,21

2.  Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa
Peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS dengan metode demonstrasi eksperimen pada siswa kelas I semseter I SD Negeri I Panggung Rejo Kecamatan Rawajitu Utara yang berjumlah 28 siswa, selalu diamati di setiap pertemuan pada masing-masing siklus.  Secara lengkap data aktivitas belajar siswa dari siklus I sampai III adalah :
20
Tabel 5 : Proses Aktivitas Siswa Pada Mata Pelajaran IPA
Siklus
Pertemuan ke
Jumlah Siswa yang aktif
Prosentase Siswa yang aktif
I
1
12
42,85%
II
2
20
71,42%
III
3
25
89,28%

Tabel 6 : Prosentase Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran IPS
Siklus
Pertemuan ke
Jumlah Siswa yang aktif
Prosentase Siswa yang aktif
I
1
14
50,00%
II
2
21
75,00%
III
3
27
96,42%

  1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS dengan metode demonstrasi eksperimen pada siswa kelas I semester I SD Negeri 1 Panggung Rejo dapat dilihat dari hasil ulangan yang dilaksanakan dalam pembelajaran pada siklus I sampai siklus III dapat disajikan pada tabel berikut ini :

Tabel 7 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA
Siklus
Jumlah
Nilai   65
Jumlah Nilai
Rata-rata
Jumlah Siswa
Prosentase
I
28
9
32,24%
1611
57,53
II
28
18
64,28%
1917
68,46
III
28
26
92,85%
2201
78,60
21
Tabel 8 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS
Siklus
Jumlah
Nilai   65
Jumlah Nilai
Rata-rata
Jumlah Siswa
Prosentase
I
28
10
35,71%
1632
58,28
II
28
16
57,14%
1886
67,35
III
28
25
89,28%
2190
78,21

  
B.  Pembahasan
1.      Siklus I
Pelaksanaan siklus I mata pelajaran IPA dimulai pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2009 diikuti oleh 28 siswa kelas I yang terdiri dari  18 laki-laki dan 10 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit.
Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk menjajagi kesiapan anak dengan bertanya jawab seputar benda-benda di sekitar kita dan bentuknya, dan membaca tek bacaan kemudian membahas soal-soal yang ada di LKS. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus I ini.

Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus I dimulai hari Rabu tanggal 14 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang nama-nama anggota keluarganya.  Kemudian dilanjut dengan membaca teks bacaan dan mengerjakan soal-soal yang ada di LKS. Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahuitingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
22
a.   Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Setiap pertemuan siklus I, selalu dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran oleh seorang pengamat yaitu teman sejawat. Pada siklus I ini aktivitas siswa dalam belajar  tercatat 42% untuk mata pelajaran IPA, dan 50% pada mata pelajaran IPS. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa masih sangat rendah.
b.      Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus I menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran IPA sebanyak 9 siswa atau 32,24%. Sedangkan untuk mata pelajaran  IPS sebanyak 10 anak atau 35,71%.
Ini berarti kriteria pada siklus I ini baik mata pelajaran IPA maupun IPS keduanya belum memenuhi target bahkan masih jauh dari yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih.
c.       Refleksi
Pada akhir siklus I diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu :
1)      Guru belum optimal dalam memotivasi siswa untuk belajar;
2)      Guru kurang pandai membawa diri didepan anak-anak;
3)      Guru kurang memperhatikan banyak siswa yang usil dan tidak memperhatikan pelajaran;

23
Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu sendiri, yaitu :
1)      Sebagian siswa belum memahami hakikat dari pembelajaran yang diikuti;
2)      Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru;
3)      Siswa kurang aktif dalam mendemonstrasikan alat-alat peraga yang disiapkan.
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni pada siklus II.

2.      Siklus II
Pelaksanaan siklus II mata pelajaran IPA dimulai hari Senin  tanggal 19 Oktober 2009 diikuti oleh 28 siswa kelas I yang terdiri dari  18 laki-laki dan 10 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk menjajagi kesiapan anak dengan bertanya jawab dan pemeriksaan kebersiah dan kerapihan, guru memotivasi siswa dengan bersama-sama menyanyikan lagu “Aku Anak Sehat” bertanya jawab seputar benda-benda di sekitar kita dan bentuknya, dan membaca tek bacaan kemudian membahas soal-soal yang ada di LKS.  Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi.  Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus II ini.


24
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus II dimulai hari rabu tanggal 21 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang nama-nama anggota keluarganya. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Satu-satu Aku Sayang Ibu” lalu mendemonstrasikan kasih sayang ibu dan perlunya saling bekerja sama dalam keluarga.  Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pelajaran.

a.   Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Berdasarkan komentar guru teman sejawat yang mendampingi bahwa pada siklus II ini sudah ada peningkatan yang cukup baik. Pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran oleh teman sejawat dapat dijadikan pertimbangan dalam merefleksi diri. Pada siklus II ini aktivitas siswa dalam belajar  tercatat 71,42 % untuk mata pelajaran IPA, dan 75.00 % pada mata pelajaran IPS. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sudah ada kemajuan dan memperoleh hasil yang meningkat, walaupun belum tuntas.

b.      Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus II menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran IPA sebanyak 18 siswa atau 64,28 %. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS sebanyak 16 anak  atau  57,14 %. 
Ini berarti kriteria pada siklus II, baik mata pelajaran IPA maupun IPS keduanya  sudah  banyak  mengalami kemajuan walaupun masih jauh dari

25
yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih.

c.       Refleksi
Pada akhir siklus II diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu :
1)      Guru belum optimal dalam memotivasi siswa untuk belajar;
2)      Guru kurang pandai membawa diri didepan anak-anak;
3)      Guru kurang memperhatikan banyak siswa yang usil dan tidak memperhatikan pelajaran.
Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu sendiri, yaitu :
1.      Sebagian siswa belum memahami hakikat dan strategi dari pembelajaran yang diikuti;
2.      Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru;
3.      Siswa kurang aktif dalam mendemonstrasikan alat-alat peraga yang disiapkan.
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan lagi yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni pada siklus III.



26
      3.  Siklus III
Pelaksanaan siklus III mata pelajaran IPA dilaksanakan pada  hari Senin tanggal 26 Oktober 2009 diikuti oleh 28 siswa kelas I yang terdiri dari  18 laki-laki dan 10 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk menjajagi kesiapan anak dengan bertanya jawab dan pemeriksaan kebersiah dan kerapihan, guru memotivasi siswa dengan bersama-sama menyanyikan lagu “Aku Anak Sehat” bertanya jawab seputar benda-benda sekitar kita dan bentuk bentuk dan sifatnya, kemudian memperagakan nama-nama benda.  Bentunyam dan sifat-sifatnya.  Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi.  Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus III ini.

Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus III mulai hari Rabu tanggal 28 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab nama-nama anggota keluarganya. Kemudian menyanyikan lagu “Satu-satu Aku Sayang Ibu” lalu mendemonstrasikan kasih sayang ibu dan perlunya saling bekerja sama dalam keluarga. Mengakhiri pertemuan siklus III ini guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahuitingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a.   Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Berdasarkan komentar guru teman sejawat yang mendampingi bahwa pada siklus III ini sudah ada peningkatan yang cukup baik. Pengamatan terhadap  aktivitas  siswa dalam  proses  pembelajaran oleh teman sejawat
27
dapat dijadikan pertimbangan dalam merefleksi diri. Pada siklus III ini aktivitas siswa dalam belajar  tercatat 89,28 % untuk mata pelajaran IPA, dan 96,42 % pada mata pelajaran IPS.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sudah ada kemajuan dan memperoleh hasil yang cukup signifikan, yaitu telah tuntas mencapai target yang ditentukan.
b.   Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus III menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran IPA sebanyak 26 siswa dari 28 siswa keseluruhan atau pencapai 92,85 %. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS sebanyak 25 anak  dari 28 siswa keseluruah atau  89,28 %. Ini berarti kriteria pada siklus III ini baik mata pelajaran IPA maupun IPS keduanya sudah banyak mengalami kemajuan dan sudah memenuhi target yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih, dan hasil yang diperolehnya telah sampai pada target yang ditentukan.
c.   Refleksi
Pada akhir siklus III diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
Pengelolaan pembelajaran IPA dan IPS dengan metode demonstrasi eksperimen pada siklus III sudah lebih baik dari siklus II, dan terjadi peningkatan hasil belajar siswa yakni sudah memenuhi apa yang diharapkan,   karena   terbukti    hasil    yang   dicapai   siswa   pada   mata
28
pelajaran  IPA dengan  nilai lebih dari 65 sebanyak 26 siswa dari jumlah siswa keseluruhan yaitu 28 anak  atau  mencapai   92,85 %. Sedangkan mata pelajaran IPS sebanyak 25 anak dari jumlah keseluruhan 28 anak atau sebesar 89,28 %.
Hal ini menunjukkan bahwa peranan guru dalam proses pembelajaran bukan hanya sebagai pengajar, tetapi lebih ditekankan sebagai fasilitator. Guru memfasilitasi siswa untuk berhasil dengan memberikan motivasi, sugesti, penguatan dorongan dan pendamping dalam kegiatan pembelajaran.















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan pembahasannya dapat disimpulan bahwa pembelajaran dengan metode demonstrasi eksperimen dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa jika siswa benar benar termotifasi untu meraih prestasi, peranan guru menjadi sangat penting sebagai motifator dan fasilitator. 

Hal ini ditunjukkan oleh hasil observasi aktivitas dan hasil belajar siswa pada penelitian tindakan kelas ini, yaitu:

Tabel 9 : Prosentase Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA
Siklus
Prosentase
Aktivitas
Prosentase Siswa yang nilainya 65
Hasil Belajar Siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata
I
42,85 %
32,24 %
1611
57,53
II
71,42 %
64,28 %
1917
68,46
III
89,28 %
92,85 %
2201
78,60

Tabel 10 : prosentase Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS
Siklus
Prosentase
Aktivitas
Prosentase Siswa yang nilainya 65
Hasil Belajar Siswa
Jumlah Nilai
Rata-rata
I
50%
35,71%
1632
58,28
II
     75%
57,14%
1886
67,35
III
91,28 %
89,28%
2190
78,21




30
Tabel 11 :  Peningkatan Prosentase Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA
Siklus
Peningkatan Aktiv-itas Siswa (%)
Peningkatan Nilai Siswa  65 (%)
Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Siklus I ke Siklus II
28,57%
32,14%
10,93
Siklus II ke Siklus III
17,86%
          28,57%
10,14

Tabel 12 :  Peningkatan Prosentase Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS
Siklus
Peningkatan Aktiv-itas Siswa (%)
Peningkatan Nilai Siswa  65 (%)
Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Siklus I ke Siklus II
25,00 %
24,00 %
9,07
Siklus II ke Siklus III
21,42 %
32,14 %
10,86

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa motivasi dan hasil belajar meningkat.

A.    Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disarankan bahwa dengan menggunakan metode demonstrasi eksperimen dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah guna meningkatkan  hasil belajar siswa. Serta hendaknya guru selalu dapat mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan kreatif yang banyak melibatkan siswa sebagai upaya pengekspresian dari diri siswa.  Dan seyogyanya guru lebih dapat mamainkan peran guru sebagai motivator dan fasilitator.

LEMBAR KONSULTASI LAPORAN PKP
1.
Judul Laporan
:
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN AHSIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE DEMONSTRASI EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN IPA DAN IPS SD NEGERI  1  PANGGUNG REJO KEC.. RAWAJITU UTARA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

2.   Identitas Peneliti                          :

N A M A                                       : SUPRIYATIN
NIM                                               : 814 646 058
PROGRAM STUDI                    : S-1 PGSD
MASA UJIAN                              : 2009.2
KELOMPOK BELAJAR                        : BUMI DIPASENA

NO
HARI/ TANGGAL
HAL-HAL YANG DIBICARAKAN
PARAF























 Bumi Dipasena,     Nopember 2009
                                                                    Pembimbing




 RODIANTO, S.Pd. M.Pd.                          NIP 19730515199903 1 004            

No comments: