Monday, April 16, 2012

PKP UT IPS KELAS IV SD Oleh Siti Fatimah

LAPORAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD NEGERI 1 PANGGUNGREJO Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah PDGK4501 Pemantapan Kemampuan Profesional Disusun Oleh : SITI FATIMAH NIM 817368087 PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG TAHUN 2010 LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN LAPORAN HASIL PERBAIKAN MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Nama Mahasiswa : SITI FATIMAH NIM : 817368087 Program Studi : S 1 PGSD Tempat Mengajar : SD Negeri 01 Panggungrejo Kec. Sukoharjo Jumlah Pembelajaran : 3 x Pertemuan Tempat dan Tanggal Pelaksanaan : SD Negeri 01 Panggungrejo Kec. Sukoharjo Siklus 1, Hari Rabu Tanggal 28 April 2010 Siklus 2, Hari Rabu Tanggal 12 Mei 2010 Siklus 3, Hari Rabu Tanggal 19 Mei 2010 Masalah yang Merupakan Fokus Perbaikan : 1. Metode pembelajaran kurang variatif 2. Rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran IPS 3. Hasil belajar siswa rendah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberadaan guru dalam pelaksanan pembelajaran di kelas amatlah menentukan akan berhasil dan tidaknya mengantarkan anak didik mengubah perilaku dan pengalaman belajarnya. Keberhasilan itu hanya akan ditentukan oleh kepiawaian guru dalam menerapkan metode, strategi, pendekatan, pemberian motivasi, umpan balik dan pemahaman secara komprehensif terhadap karakteristik siswa. Banyak metode dan model pembelajaran yang biasa dipakai oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada anak didiknya. Mengingat karakter maupun jenis informasi yang dimiliki oleh setiap mata pelajaran itu tidak sama, maka tidak ada satu metode yang baik untuk semua mata pelajaran, demikian pula tidak ada satu metode yang buruk untuk semua mata pelajaran. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) termasuk salah satu mata pelajaran yang terbilang sulit. Hal ini terbukti ketika rapat guru dilangsungkan di sekolah dari tahun ke tahun dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa selalu menduduki rangking terbawah. Menurut pengamatan penulis terdapat beberapa faktor yang menyebabkan nilai IPS selalu kurang baik yaitu : 1. IPS selalu menuntut penguasaan konsep dan fakta yang berupa hafalan siswa, sementara siswa kurang berminat untuk materi hafalan; 2. Luasnya cakupan materi pelajaran IPS dari tingkat keluarga sampai dunia dan seisinya, sehingga anak sering menganggapnya sebagai mata pelajaran yang membosankan; 3. Banyaknya fakta dan konsep IPS yang berkembang terus sesuai keadaan jaman, sehingga menyebabkan IPS sebagai mata pelajaran yang rumit, bertele-tele, dan menyebalkan. Dari data di lapangan ditemukan bahwa hasil pembelajaran IPS kelas IV dari 27 siswa yang mendapat nilai ≥ 60 sebanyak 12 siswa atau sekitar 44 %. Rendahnya hasil belajar siswa ini merupakan masalah pembelajaran yang harus segera direrspon. Jalan terbaik mengatasinya adalah dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena PTK identik dengan pelaksanaan penelitian melalui langkah siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : Perencanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) (Suharsini Arikunto, 2006). Dengan tahapan yang seperti ini diharapkan masalah-masalah pembelajaran dapat dicari solusinya. Adapun data nilai yang ditemukan sebagaimana terpampang pada tabel berikut: Tabel 1 : Rentang Nilai Pra Siklus Mata Pelajaran IPS Kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Sukoharjo NO INTERVAL JUMLAH SISWA PROSENTASE 1 ≤ 40 4 14,81 % 2 41 – 50 5 18,51 % 3 51 – 60 8 29,62 % 4 61 – 70 7 25,92 % 5 71 – 80 3 11,11 % 6 81 – 90 0 0 7 91 - 100 0 0 Sumber : Data Nilai Kelas B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian perbaikan ini sebagai berikut : Apakah metode Interaktif dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo Tahun Pelajaran 2009/2010? C. Tujuan Penelitian Perbaikan Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Mendeskripsikan implementasi metode interaktif dalam pembelajaran Imu Pengetahuan Sosial di SD Negeri 1 Panggungrejo Kelas IV Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. Mengetahui minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui Metode Interaktif di SD Negeri 1 Panggungrejo Kelas IV Tahun Pelajaran 2009/2010. D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran Suatu penelitian tentunya diharapkan mempunyai kegunaan atau manfaat bagi berbagai pihak, antara lain: 1. Bagi Guru Membantu guru dalam usaha menemukan bentuk pembelajaran dan sebagai bahan masukan untuk mengetahui bahwa Metode Interaktif merupakan salah satu bentuk upaya dalam kegiatan pembelajaran yang memungkinkan dapat menambah atau meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS. 2. Bagi Lembaga yang Diteliti Penelitian dapat dijadikan sebagai tolak ukur serta inovasi dalam pengelolaan pendidikan di sekolah, serta sebagai motivasi untuk kemajuan dan perkembangan pendidikan di sekolah, selain itu juga sebagai suatu usaha dalam rangka mencapai tujuan kurikulum seperti yang telah dirumuskan dalam kurikulum sekolah. 3. Bagi Siswa Memotivasi siswa yang dimungkinkan dapat mendorong peningkatan minat, motivasi dan hasil belajar. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Minat Belajar Kata minat, menurut Slameto adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat yang ada. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan jika mereka bebas memilih apa yang mereka kehendaki. Jika mereka melihat bahwa sesuatu itu menguntungkan pada dirinya maka akan timbullah minat untuk melakukannya. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto, minat merupakan kecenderungan seseorang untuk memilih atau menolak suatu kegiatan. Sebetulnya apa yang dicari atau ditolak bukan hanya kegiatan saja, melainkan juga benda, orang ataupun situasi. Suatu objek yang ada kaitannya dengan diri seseorang baik berupa kegiatan, benda, orang maupun situasi akan menyebabkan seseorang memusatkan perhatian untuk melanjutkan melakukan aktivitas terhadap objek. B. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang telah dicapai seseorang setelah ia mengalami proses belajar, dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan atau yang dilaluinya. Penilaian hasil belajar perlu dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana tujuan untuk instruksional yang telah diajarkan dalam kegiatan pembelajaran yang telah dikuasai siswa. Keberhasilan dalam belajar perlu dinilai, hal ini sesuai dengan pendapat Nana Sudjana dan Hetwijis Vera Visana (2001 : 7) yang menyatakan bahwa : “penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu”. Suharsini Arikunto (1997:282) ia menyatakan bahwa : “Bagi seorang siswa nilai merupakan cermin dari keberhasilan belajar. Namun bukan hanya siswa sendiri yang memerlukan cermin keberhasilan belajar, guru dan orang lainpun memerlukannya”. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut ditinjau dari sudut peristiwa yang terjadi pada sitem psichophisis seseorang yang melakukan belajar berarti suatu proses bekerjanya sistem urat saraf dimana berbagai perubahan terjadi didalamnya. Ditinjau dari sikap individu dalam menghadapi objek yang dipelajari, belajar adalah suatu kegiatan menyusun dan mengatur lingkungn dengan sebaik-baiknya, sehingga lingkungan tersebut terserap oleh individu yang bersangkutan. Jika ditinjau dari segi kegiatannya, belajar adalah suatu kegiatan untuk memmperoleh kebiasaan-kebiasaan, pegetahuan dan pengembangan tertentu dari sikap-sikap bagi orang yang melakukannya. C. Pengertian Metode Interaktif Kata interaktif berarti pengaruh timbal balik dan saling mempengaruhi. Metode interaktif dalam prakteknya identik dengan metode tanya jawab. Bertanya dan menjawab biasa dilakukan oleh orang jika terdapat ketidaktahuan atau ketidak pahaman akan sesuatu peristiwa. Dalam proses pembelajaran, tanya jawab dijadikan salah satu mertode untuk menyampaikan materi pelajaran dengan cara guru bertanya kepada peserta didik atau peserta didik bertanya kepada guru. Metode interaktif (tanya jawab) adalah cara penyajian pelajaran dalam proses belajar mengajar melalui interaksi dua arah (two way traffic) dari guru ke peserta didik atau dari peserta didik kepada guru agar diperoleh jawaban kepastian materi melalui jawaban lisan guru atau peserta didik. Dalam metode interaktif, guru dan siswa sama-sama aktif. Guru sebaiknya mampu member dorongan dan rangsangan pada siswa untuk bias menjadi aktif dan keaktifannya jangan sampai hanya tergantung dari keaktifan guru. Sifat dan rasa ingin tahu anak usia SD harus didorong dan ditumbungkembangkan dan sekaligus mendapat penyaluran yang wajar. Metode interaktif atau Tanya jawab nampaknya amat sesuai dan serasi dengan karakteristik mata pelajaran IPS yang menuntut banyak penguasaan konsep dan pendalam materi melalui hapalan. Sementara dengan bertanya jawab secara interaktif ini akan mampu menggali potensi daya ingat siswa yang kurang mendalam. Dengan demikian metode tanya jawab interaktif sangat membantu siswa dalam penguasaan materi yang dipelajari. BAB III RENCANA DAN PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN 1. Identifikasi masalah : a. Rendahnya minat belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Pannggungrejo dalam pembelajaran pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. b. Hasil belajar siswa pada kelas tersebut cenderung pasif. c. Siswa belum menguasai konsep pentingnya koperasi. 2 Analisis masalah : Dalam menganalisis masalah ini berangkat identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas, yaitu : a. Rendahnya minat belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo dalam pembelajaran pentingnya koperasi. Hal ini dapat dianalisis sebagai berikut : 1) Guru dalam menjelaskan materi kepada anak terlalu cepat 2) Guru dalam menjelaskan materi tersebut tidak disertai contoh secara mendetail 3) Guru kurang memberikan latihan dan contoh 4) Guru tidak menggunakan alat peraga yang sesuai 5) Guru menggunakan metode dan model pembelajaran kurang sesuai b. Hasil belajar siswa pada kelas tersebut cenderung pasif 1) Guru tidak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara aktif 2) Guru kurang terampil dalam menggali kemampuan siswa 3) Guru kurang menguasai dalam mendemontrasikan alat peraga 4) Guru dalam menyampaikan materi kurang menarik 5) Guru kurang mampu menguasai kelas c. Siswa belum menguasai konsep pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat 1) Guru kurang memberikan latihan pada siswa mengenai konsep pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat 2) Siswa kesulitan dalam memahami konsep pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat 3) Guru kurang memberikan latihan pada siswa dalam pembelajaran konsep pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat 3. Perumusan Masalah : Bagaimana meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS konsep pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo melalui metode interaktif? 4. Rencana Perbaikan Berdasarkan rumusan masalah sebagaimana tersebut di atas, maka disusunlah sebuah perencanaan perbaikan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk rencana perbaikan pembelajaran (RPP). Dalam merancang tindakan perbaikan yang dilakukan penulis telah mengikuti prosedur dan tata aturan yang umum dan logis, yaitu (a) mengacu pada teori yang relevan, (b) bertanya kepada ahli terkait, (c) membaca referensi yang relevan, dan (d) berkonsultasi dengan supervisor. Adapun format lengkap Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) yang berisi rencana perbaikan pembelajaran mata pelajaran matematika dalam konsep simetri lipat di Kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo Tahun Pelajaran 2009/2010 sebagaimana terlampir. B. PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN 1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Lampung. Adapun waktu pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan yaitu mulai tanggal 20 April 2010 sampai dengan 20 Mei 2010, dengan 6 jam pelajaran (3 kali pertemuan). Siswa yang menjadi subjek penelitian ini berjumlah 27 orang siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti (guru bidang study), seorang obsever, dan kepala sekolah sebagai penanggung jawab. Adapun jadwal penelitian ini adalah : Tabel 2 : Jadwal penelitian perbaikan pembelajaran IPS : Hari Tanggal Jam Ke Mata Pelajaran Keterangan Selasa 27-04-2010 3 - 4 IPS Pembelajaran Orientasi (Pra Siklus) Selasa 11-05-2010 3 - 4 IPS Pembelajaran Perbaikan 1 Senin 17-05-2010 3 - 4 IPS Pembelajaran Perbaikan 2 Rabu 19-05-2010 5 - 6 IPS Pembelajaran Perbaikan 3 Sumber : Jadwal Penelitian Perbaikan Pribadi 2. Prosedur Pelaksanaan Perbaikan (Per Siklus) Pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran ini melalui langkah siklus sebanyak dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : Perncanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) (Suharsini Arikunto, 2006). a. Perencanaan 1) Menyusun jadwal mengajar 2) Membuat perangkat pembelajaran 3) Menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan 4) Mempersiapkan media pembelajaran yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran 5) Mempersiapkan lembar observasi dan catatan lapangan b. Pelaksanaan Tahap ini merupakan pelaksanaan dari tahap perencanaan, yang meliputi : 1) Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai; 2) Guru memotivasi siswa agar belajar dengan mengintensifkan penggunaan alat peraga; 3) Guru menyampaikan materi yang telah ditentukan dan mengefektifkan interaktif dan tanya jawab, diskusi, demonstrasi serta pemberian tugas; 4) Guru bersama teman sejawat mengamati proses kegiatan pembelajaran dengan demonstrasi alat peraga yang disiapkan; 5) Setiap anak diminta menyebutkan tujuan, manfaat, jenis-jenis koperasi, melalui alat peraga yang disiapkan; 6) Anak diminta mennyebutkan arti lambang koperasi dan peranannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat; 7) Guru bertyanya jawab dengan siswa mengenai loperasi dan peranannya; 8) Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi dan pengamatannya; 9) Guru memberikan tes tertulis secara individu di akhir siklus; 10) Siswa yang mendapat nilai kurang dari 60 dan rata-rata nilai yang kurang dari ketentuan mnimal, maka dilakukan perbaikan dan yang sudah tuntas diberikan tambahan sebagai pengayaan. c. Pengamatan/Pengumpulan Data Dalam pengamatan penelitian tindakan kelas ini peneliti bekerja sama dengan guru (teman sejawat) yaitu seorang guru dari SD Negeri 1 Panggungrejo, yang bertugas mengamati selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan ini dituangkan dalam catatan lapangan yang telah dipersiapkan. Tabel 3 : Lembar Pengamatan Perbaikan Pembelajaran No Aspek yang diobservasi Kemunculan Komentar Ada Tidak Ada 1 Penjelasan konsep oleh guru √ Cukup 2 Pemberian contoh √ Cukup 3 Pemberian latihan √ Cukup 4 Penggunaan alat peraga √ Kurang maksimal 5 Penggunaan metode mengajar • Ceramah • Tanya jawab • Demonstrasi • Latihan/Penugasan √ √ √ √ Terlalu panjang Tidak terkonsep Kurang maksimal Cukup 6 Penguasaan konsep/hasil belajar √ Cukup 7 Aktivitas siswa √ Kurang 8 Pengorganisasian materi (sistematis, logis) √ Cukup 9 Pemilihan sumber/media pembelajaran √ Baik 10 Kejelasan skenario pembelajaran (kegiatan awal, inti, penutup) √ Baik 11 Kesesuaian teknik strategi dengan tujuan pembelajaran √ Baik 12 Kelengkapan instrumen (soal, kunci, pedoman penskoran) √ baik Beri tanda chek (√) pada kolom ada / tidak ada d. Refleksi Refleksi ini merupakan kegiatan dalam menganalisis, memahami dan membuat kesimpulam berdasarkan hasil pengamatan dan catatan lapangan. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes dan observasi, serta menentukan perkembangan kemajuan dan kelemahan yang terjadi, sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya. Pada siklus II, pelaksanaannya berdasarkan refleksi dari siklus I dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus II ini telah banyak ditemukan kelemahan-kelemahan apada siklus I dan di sini diadakan perbaikan. Pada siklus III, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus II dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus III ini telah banyak dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan pada siklus II. Jadi pada silkus ini merupakan siklus pamungkas dalan pelaksanaan perbaikan pembelajaran. C. Hal-hal yang Unik Hal-hal unik yang muncul selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran sehingga menampilkan suasana kelas yang berbeda di antaranya : 1. Kedatangan dua orang tamu yaitu mahasiswa dan guru pengamat sekaligus ke dalam kelas membuat semua siswa terlihat tegang. Perhatian semua siswa tertuju ke depan kelas, tanpa ada seorangpun siswa yang berani melihat ke kanan dan ke kiri apalagi menpleh ke belakang. Tetapi setelah diinformasikan maksud dan tujuan kedatangan kedua tamu tersebut, siswa baru terlihat agak tenang. 2. Tercatat ada 5 (lima) siswa yang unik yaitu 2 (dua) siswa yang amat bandel dan cari perhatian tapi tergolong pintar. Dua orang siswa lagi tercatat pendiam tapi tidak bisa membaca dan menulis, dan satu siswa lagi yang tergolong unik bahwa ia bisa membaca tapi tidak bisa menulis. 3. Suasana kelas cenderung pasif, karena mereka banyak yang diam. Ditanya tidak mau menjawab, apalagi disuruh bertanya, mereka diam seribu basa. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Hasil/Temuan yang Diperoleh Pada setiap akhir pembelajaran siklus I, II, dan III, selalu diadakan tes evaluasi dan pengamatan. Hasil tersebut akan disajikan dalam bentuk tabel yang memuat isi keseluruhan hasil / temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian. Hasil tersebut diperoleh dari catatan-catatan peneliti sendiri dan catatan-catatan guru pendamping atau teman sejawat. Tabel 4 : Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial NO. NAMA SISWA SIKLUS I II III 1 Basuki 60 67 79 2 Ahmad fatoni 62 70 80 3 Andian 52 60 70 4 Doni S. 40 55 65 5 Denni Firmanto 70 79 85 6 Ferdi 63 72 84 7 Sumita 65 74 86 8 Bagus susilo 34 45 56 9 Tri Widodo 45 55 66 10 Saiful anam 50 60 71 11 Firmansyah 71 74 84 12 Aji Supardi 55 65 74 13 Dian Saputa 52 60 71 14 Bayu Saputram 50 55 70 15 Khairul Anam 74 81 92 16 Aristantiningsih 61 71 84 17 Puji Lestari ‘ 65 74 87 18 Fauziah 36 46 55 19 Anikmah 35 44 54 20 Rosidah 48 55 65 21 Evi Rianti 60 70 81 22 Tiara Mukti 56 72 84 23 Ernawati 46 55 65 24 Susi Susanti 65 74 84 25 Sumiati 56 66 76 26 Sindi auliah 55 61 72 27 Anis Safitri 75 84 95 Jumlah 1545 1741 2032 Rata-rata 57,22 64,48 75,25 Sumber : Data Nilai Kelas 2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui metode interaktif pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Sukoharjo dapat dilihat dari hasil ulangan yang dilaksanakan dalam pembelajaran pada siklus I sampai siklus III dapat disajikan pada tabel berikut ini : Tabel 5 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetaahuan Sosial Siklus Jumlah Nilai 60 Jumlah Nilai Rata-rata Jumlah Siswa Prosentase I 27 12 44,44 % 1545 57,22 II 27 19 70,37 % 1741 64,48 III 27 24 88,88 % 2032 75,25 Sumber : Data Nilai Kelas B. Pembahasan 1. Siklus I Pelaksanaan siklus I mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada hari Selasa tanggal 27 Mei 2010 diikuti oleh 27 siswa kelas IV yang terdiri dari 14 laki-laki dan 13 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 1 x pertemuan (2 x 35 menit). a. Hasil Belajar Siswa Data dari tes akhir pada siklus I menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 60 ke atas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebanyak 12 siswa atau 44,44 %. Ini berarti kriteria pada siklus I ini pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial belum memenuhi target bahkan masih jauh dari yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 60 keatas sebesar 85 % atau lebih. b. Refleksi Pada akhir siklus I diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu : 1) Guru belum optimal dalam membangkitkan minat siswa untuk belajar; 2) Guru kurang tegas dalam pembagian kelompok belajar; 3) Guru kurang memperhatikan pemahaman pada siswa tentang pentingnya kerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah. 4) Guru belum optimal dalam menanamkan prinsip cara mengkonstruksi sebuah pemahaman pada anak. Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu sendiri, yaitu : 1) Sebagian siswa belum memahami hakikat dari pembelajaran yang diikuti; 2) Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru; 3) Siswa kurang aktif dalam diskusi kelompok, tanya jawab, maupun kegiatan lain yang seharusnya dilakukan siswa. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni pada siklus II. 2. Siklus II Pelaksanaan siklus II mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dimulai hari Senin tanggal 17 Mei 2010. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. a. Hasil Belajar Siswa Data dari tes akhir pada siklus II menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 60 ke atas pada mata pelajaran matematika sebanyak 20 siswa dari 27 siswa atau 74,07 %. Ini berarti kriteria pada siklus II ini pada mata pelajaran matematika sudah banyak mengalami kemajuan dan hampir memenuhi target walaupun masih harus dan bisa ditingkatkan lagi sesuai dengan yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 60 keatas sebesar 85 % atau lebih. b. Refleksi Pada akhir siklus II diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu : 1) Guru perlu mengoptimalkan dalam memotivasi dan membangun minat siswa terhadap pelajaran matematika; 2) Guru mempertegas dalam pembagian tugas dalam kelompok belajar; 3) Guru kurang memperhatikan pemahaman pada siswa tentang pentingnya kerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah. 4) Guru belum optimal dalam menanamkan prinsip cara mengkonstruksi sebuah pemahaman pada anak, yaitu dengan mengaitkan peristiwa dan pengalaman-pengalaman yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu sendiri, yaitu : 1) Sebagian siswa belum memahami hakikat dan strategi dari pembelajaran yang diikuti; 2) Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru; 3) Siswa kurang aktif dalam diskusi kelompok, tanya jawab, maupun kegiatan lain yang seharusnya dilakukan siswa. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan lagi yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni pada siklus III. 3. Siklus III Pelaksanaan siklus III mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 Mei 2010 diikuti oleh 27 siswa kelas V yang terdiri dari 14 laki-laki dan 13 anak perempuan. a. Hasil Belajar Siswa Data dari tes akhir pada siklus III menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 60 ke atas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebanyak 24 siswa dari 27 siswa atau 88,88 %. Ini berarti kriteria pada siklus III ini sudah banyak mengalami kemajuan dan sudah memenuhi target yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 60 keatas sebesar 85 % atau lebih, dan hasil yang diperolehnya telah sesuai dengan target yang diharapkan. b. Refleksi Pada akhir siklus III diperoleh hasil belajar siswa sudah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan metode interaktif pada siklus III sudah lebih baik dari siklus II, dan terjadi peningkatan hasil belajar siswa yakni sudah memenuhi apa yang diharapkan, karena terbukti hasil yang dicapai siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan nilai lebih dari 60 sebanyak 24 siswa dari jumlah siswa keseluruhan yaitu 27 anak atau mencapai 88,88 %. Hal ini menunjukkan bahwa peranan guru dalam proses pembelajaran bukan hanya sebagai pengajar, tetapi lebih ditekankan sebagai fasilitator. Guru memfasilitasi siswa untuk berhasil dengan memberikan motivasi, dorongan dan pendampingan dalam kegiatan pembelajaran. BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN TINDAK LANJUT A. Kesimpulan Penelitian tindakan kelas beserta pembahasannya yang dilakukan guru di kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode interaktif telah dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa untuk meraih prestasi, maka peranan guru menjadi sangat penting yaitu sebagai motivator dan fasilitator. Hal ini ditunjukkan oleh hasil belajar siswa pada penelitian tindakan kelas ini, yaitu : Tabel 6 : Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Siklus Peningkatan Nilai Siswa 60 (%) Peningkatan Hasil Belajar Siswa Siklus I ke Siklus II 25,93 % 7,26 Siklus II ke Siklus III 18,51 % 10,77 Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa inat dan hasil belajar meningkat. B. Saran dan Tindak Lanjut Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disarankan : 1. Bahwa dengan menggunakan metode interaktif dapat menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah terutama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial guna meningkatkan hasil belajar siswa. 2. Hendaknya guru selalu dapat mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan kreatif yang banyak melibatkan siswa sebagai upaya pengekspresian dari diri siswa, dan seyogyanya guru lebih dapat mamainkan peran guru sebagai motivator dan fasilitator.

No comments: