Saturday, March 31, 2012

PTK IPA & PKN SD KELAS IV


UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
MELALUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME
PADA MATA PELAJARAN IPA DAN PKn



(Laporan)








Oleh

P A R I N I
NIM : 815 435 634













UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN
UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG
2009.2


LEMBAR PENGESAHAN

1.
Judul Laporan
:
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME PADA MATA PELAJARAN IPA DAN PKn SD NEGERI  2  KEPUTRAN KEC. SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010
2.   Identitas Peneliti                          :

N A M A                                       : P A R I N I
NIM                                               : 815 435 634
PROGRAM STUDI                    : S-1 PGSD
MASA UJIAN                              : 2009.2
KELOMPOK BELAJAR                        : PRINGSEWU
 

3.   Lokasi Penelitian                         :

NAMA SEKOLAH                      : SD NEGERI 2 KEPUTRAN
KELAS                                         : IV (EMPAT)
MATA PELAJARAN                  : IPA  DAN  PKn
ALAMAT                                      : Keputran Kec. Sukoharjo
                                                        Kab. Pringsewu
 

4.   Lama Penelitian                        : 1 Bulan (3 Siklus Pembelajaran)


Pringsewu,     Nopember 2009
Mengetahui                                            Mahasiswa
Supervisor



Drs. ERI SETIAWAN, M.Si.                 P A R I N I
NIP. 1958111019883 1 002               NIM.  815 435 634

ii
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian Alam, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang setia mengagungkan asma-Nya. Atas Rahmat tersebut kami dapat menyelesaikan penelitian dan laporannya dari awal hingga akhir alhamdulillah berjalan lancar, sesuai dengan yang diharapkan.

Laporan yang amat sederhana ini disusun sebagai tugas akhir perkuliahan Universitas Terbuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program S-1 PGSD pada mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).

iii
Kepada semua pihak (tidak dapat kami sebutkan satu persatu) yang memberikan bantuan baik moril naupun materiil hingga terselesaikannya penyusunan dan penulisan laporan ini, kami tidak bisa memberikan apa-apa kecuali hanya bisa berdoa semoga akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca dan kami berharap kiranya laporan ini ada manfaatnya, khususnya bagi kami pribadi dan umumnya kepada segenap pembaca sekalian. Amin.



         Nopember 2009

Hormat Kami,




PARINI
NIM.  814 646 112
















iv


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL             ………………………………………….           i
LEMBAR PENGESAHAN   ……………………………………………...    ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................           iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................            v
DAFTAR TABEL............................................................................................          vii

BAB   I                    :  PENDAHULUN
                                                                    i.      Latar Belakang Masalah ...........................................             1
                                                                  ii.      Rumusan Masalah .....................................................             4
                                                                iii.      Tujuan Penelitian ......................................................             4
                                                                iv.      Manfaat dan Kegunaan Penelitian ...........................             5

BAB  II                     :  KAJIAN PUSTAKA
A.    Pengertian Aktivitas ............................................             6
B.     Pengertian Hasil Belajar ......................................             6
C.     Pengertian Pembelajaran Konstruktivisme ..........           11

BAB  III                    :  PELAKSANAAN PENELITIAN
                                      A.  Subjek Penelitian ..........................................................    13
                                      B.  Deskripsi Per Siklus .............................................          14

v   

BAB  IV                    :  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN  
                                     A. Deskripsi Hasil Penelitian ......................................           18
                                          1. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa .................           18
                                          2. Peningkatan Hasil Belajas Siswa .......................           19
                                     B. Pembahasan ...........................................................           19
                                          1. Siklus I ...............................................................           19
                                          2. Siklus II .............................................................           22
                                          3. Siklus III ............................................................           25

BAB    V                     : KESIMPULAN DAN SARAN
                                      A.  Kesimpulan ..........................................................           28
                                      B. Saran......................................................................           29

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN








vii
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
MELALUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME
PADA MATA PELAJARAN IPA DAN PKn



(Laporan)










Oleh

P A R I N I
NIM : 815 435 634











UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN
UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG
2009.2


LEMBAR PENGESAHAN

1.
Judul Laporan
:
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME PADA MATA PELAJARAN IPA DAN PKn SD NEGERI 2 KEPUTRAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

 

2.   Identitas Peneliti                          :

N A M A                                       : P A R I N I
NIM                                               : 815 435 634
PROGRAM STUDI                    : S-1 PGSD
MASA UJIAN                              : 2009.2
KELOMPOK BELAJAR                        : PRINGSEWU
 


3.   Lokasi Penelitian                         :

NAMA SEKOLAH                      : SD NEGERI 2 KEPUTRAN
KELAS                                         : IV (EMPAT)
MATA PELAJARAN                  : IPA DAN PKn
ALAMAT                                      : Keputran Kec. Sukoharjo
                                                        Kab. Pringsewu
 


4.   Lama Penelitian                        : 1 Bulan (3 Siklus Pembelajaran)


Pringsewu,     Nopember 2009
Mengetahui                                            Mahasiswa
Supervisor



Dra. NURHAYANI, M.Pd.                     P A R I N I
NIP. 131973749                                 NIM.  815 435 634

BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan “human investment” yang berarti secara historis maupun filosofis, pendidikan mewarnai dan sebagai landasan moral dan etika dalam pembentukan jati diri bangsa. Sebagai otentik yang dinyatakan dalam tujuan Pendidikan Nasional. Sasaran pendidikan yang dimaksud dalam tujuan Pendidikan Nasional adalah tercapainya manusia Indonesia seutuhnya dengan ciri utama beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, disertai dengan kemmapuan untuk melaksanakan berbagai atribut dimensi secara kognitif, afektif dan psikomotorik.

Pendidikan merupakan variabel yang tidak dapat diabaikan dalam mentransformasikan pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Pendidikan memiliki dua fungsi utama yaitu fungsi konservatif dan fungsi progresif. Fungsi konservatif pendidikan adalah bagaimana untuk mempertahankan dan mewariskan identitas dan cita-cita suatu masyarakat. Sedangkan fungsi progresif pendidikan adalah sebagaimana aktifitas pendidikan adalah yang dapat memberikan pembekalan dan pengembangan pengetahuan serta nilai-nilai keterampilan kepada generasi penerus sehingga memiliki kemampuan dan kesanggupan dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan yang semakin kompleks.
1
2
Menyikapi kondisi yang semakin kompleks  seperti  sekarang  ini, guru dituntut mampu membekali para siswa berbagai keterampilan yang dipandang urgent dalam kehidupan. Hal yang paling utama dipersiapkan adalah adanya keterampilan bernalar dan bersikap menempatkan sesuatu yang tepat pada tempatnya. Maka dalam hal ini guru lah yang dipandang paling berperan untuk mengarahkan siswanya pada tataran persiapan menyongsong kehidupan sebenarnya kelak. Kegagalan guru dalam mengarahkan dan mengembangkan ilmu dan keterampilannya di sekolah akan mengakibatkan hancurnya masa depan anak-anak dewasa kelak.    
Kegagalan dan merosotnya  penghayatan masyarakat terhadap nilai-nilai sosial dan etike, kenakalan remaja dan sebagainya yang terjadi selama ini sering dianggap sebagai miseducation (salah asuhan) dan  faktor penentu yang diharapkan mampu memperbaikinya adalah guru. Oleh sebab itu salah satu upaya untuk mengantisipasi kemerosotan nilai-nilai sosial dan etike di tengah masyarakat terutama di kalangan generasi muda adalah dengan cara membenahi proses pendidikan. Di sinilah relevansinya untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan secara terpadu dan simultan, baik secara formal, non-formal, maupun in-formal.
Salah satu komponen pembelajaran yang perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan kemampuannya adalah komponen guru, dalam hal ini adalah kompetensinya. Komponen guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan nilai, karena posisinya sebagai sumber belajar dan sumber identifikasi  nilai moral dan sumber keteladanan bagi peserta didik. Keberadaan guru adalah sangat penting dan tidak bisa digantikan  oleh  sumber-sumber lain,
3
 karena peran guru tidak hanya semata-mata sebagai transfer of knowledge saja, tetapi guru masih berperan sangat penting dan dominan, sehingga apabila guru tidak berkompeten terutama dalam pembentukan kepribadian pada siswa, maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Peran guru yang sebenarnya adalah sebagai fasilitator, namun yang perlu mendapat penekanan itu adalah kemampuan guru mensupport para siswanya untuk mampu mengembangkan kreativitasnya dan membangun sendiri pengetahuan yang datang dari luar, sehingga terbangunlah pengetahuan dan keterampilan mengkonstruksi kognitif yang ada terhadap objek, pengalaman, maupun lingkungan. Para penganut konstruktivisme berpendapat bahwa pengetahuan itu adalah merupakan konstruksi dari kita yang sedang belajar.
Sebagai guru yang merupakan jabatan fungsional di bidang pendidikan dengan sendirinya juga dituntut dalam keahlian, pengetahuan dan keterampilan tertentu atau yang disebut sebagai sebuah kompetensi guru. Secara minimal guru memiliki kompetensi kepribadian (personal) dan kompetensi kemasyarakatan (sosial).
Guru bukan hanya bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri tetapi lebih dari itu yaitu tanggung jawab kepada masyarakat luas, bukan bertanggungjawab untuk satu generasi melainkan sampai ke generasi selanjutnya. Untuk menimbuhkan sikap aktif, kreatif, inovatif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang terjadi adalah guru dianggap sebagai sumber belajar yang paling benar.
Di sisi lain rendahnya kreatifitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA merupakan salah satu indikasi bahwa pembelajaran yang dilakukan guru perlu intuk dicermati lebih serius lagi.  Hal yang  lazim  dijumpai  dalam   suatu
4
 pembelajaran yang mengakibatkan rendahnya prestasi siswa di antaranya : (1) kegiatan pe,belajaran masih banyak didominasi oleh guru; (2) rendahnya semangat belajar siswa; (3) banyaknya siswa yang tidak berani bertanya atau mengemukakan pendapat; (4) metode pembelajaran yang digunakan kurang bervariatif (monoton); (5) media pembelajaran yang terbatas.
Salah satu tawaran yang dapat dijadikan acuan dalam mengatasi rendahnya kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan PKn di SD Negeri 2 Keputran Kec. Sukoharjo adalah dengan melalui pembelajaran konstruktivisme,  yaitu usaha maksimal untuk mengkonstruksi pemahaman bagi siswa atas apa yang dipelajarinya.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana meningkatkan aktivitas dan hasil    belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Keputran pada mata pelajaran IPA dan PKn melalui pembelajaran konstruktivisme ?

C.    Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini mempunyai tujuan : Mendeskripsikan/menganalisis dampak pelaksanaan pembelajaran konstruktivisme dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil  belajar  siswa  kelas  IV  pada  mata   pelajaran  IPA  dan  PKn  di    SD Negeri 2 Keputran Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung Tahun Pelajaran 2009/2010.

5
D.   Manfaat dan Kegunaan Penelitian
Manfaat dan kegunaan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
  1. Dapat memberikan sumbangan dan kontribusi terhadap peranan guru Mata Pelajaran IPA dan PKn sebagai perwujudan profesionalisme guru dalam pembelajaran dan pendekatan  Konstruktvisme
  2. Dapat memberikan informasi yang memadai mengenai peranan guru yang berkaitan dengan prestasi belajar baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang diwujudkan dalam perilaku, kepribadian dan kemandirian siswa
  3. Memberikan informasi yang berharga untuk kalangan akademisi atau para peneliti yang akan mengkaji bahwa peranan guru merupakan komponen yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan secara umum (universal).












BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Pengertian Aktivitas Belajar
Pada prinsipnya belajar itu adalah berbuat “Learning by doing” dan memegang peranan penting dalam menunjang prestasi belajar. The Liang Gie (1981 : 6) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan aktivitas belajar adalah segenap rangkaian atau aktivitas belajar yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa perubahan pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya sedikit banyak permanen”.

Sardiman (2006 : 100) menyatakan aktivitas belajar dibagi menjadi aktivitas fisik dan aktivitas mental. Aktivitas fisik adalah peserta didik giat aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain atau bekerja, tidak hanya duduk mendengarkan, melihat atau pasif. Peserta didik yang memiliki mental adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau berfungsi dalam rangka pembelajaran.

B.     Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang telah dicapai seseorang setelah ia mengalami proses belajar, dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan atau yang dilaluinya. Penilaian hasil belajar perlu dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana tujuan untuk instruksional yang telah diajarkan dalam kegiatan pembelajaran yang telah dikuasai siswa. Dalam   istilah   yang lebih umum hasil belajar disamakan dengan
6
7
Sebuah prestasi. Berikut ini akan paparan definisi tentang prestsi menurut pendapat para ahli :
a.       Menurut Kamus Umum W.J.S Poerwadarminta, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya).
b.      Dalam Kamus Edisi Ketiga (2000) didefinisikan bahwa prestasi adalah hasil yang telah diperoleh (dicapai dan lain-lain) ataupun pencapaian terhadap sesuatu.
c.       L.W.Rue (1993) berpendapat bahwa prestasi adalah hasil pencapaian tugas yang merujuk kepada kerja bagi setiap individu.
d.      Philip Ricciardi (1996) menyatakan pula bahwa prestasi merupakan hasil yang berhasil dicapai dengan kuantitas tertentu atau nilai kerja yang dilakukan terhadap pelajaran atau hasil belajar. Menurut beliau juga, prestasi merupakan suatu kebolehan untuk menghasilkan sesuatu yang benar dengan cara yang benar dan dilakukan pada saat yang tepat dalam suatu usaha yang bersesuaian.
Menurut Tuty Haryati definisi dari prestasi adalah suatu hasil luar biasa/dahsyat yang telah dicapai. Menurutnya pula prestasi merupakan sebuah keberhasilan berstandar tinggi yang citranya hanya diperoleh segelintir orang. Dengan kemampuan   berfikir  dan  menilai,  prestasi   diasumsikan  sebagai kesuksesan
dengan ukuran yang ditentukan sendiri berdasrakan hasil penilaian yang eksternal. Dengan nilai yang tinggi, beliau juga memaknai prestasi sebagai barang mewah dimana hanya sedikit orang saja yang sanggup menyandangnya.
Dari beberapa definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa:

8
a.       Prestasi adalah hasil pencapaian terhadap tugas yang diberikan kepada individu maupun organisasi.
b.      Prestasi tidak mengandung konotasi negatif, artinya keberhasilan dalam kebaikan, karena semua orang selalu mngharapkannya.
Jadi istilah prestasi lebih terkesan pada sebuah hasil yang dicapai setelah melalui upaya yang sungguh-sungguh. Baik hasil yang dimaksudkan merupakan hasil yang bersifat kuantitatif daupun kualitatif.

Sedangkan kata belajar berasal dari kata dasar “ajar” yang mendapat awalan ber- menjadi belajar, yang berarti “berusha supaya memperoleh kepandaian, ilmu dan sebagainya.”
Pengertian tentang belajar itu sangat kompleks, sehingga banyak pengertian yang dapat diambil dari padanya. Akan tetapi belajar mempunyai cirri–ciri kegiatan yang antara lain adalah: “Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui suatu pengalaman atau latihan.”
Manusia belajar dengan tujuan agar terjadi perubahan di dalam aspek kehidupannya, baik manusia itu sebagai makhluk psichophisis maupun sebagai makhluk socioindividual ataupun sebagai makhluk culturreligius.

Untuk lebih memperjelas tentang pengertian belajar, maka penulis perlu mendefinisikan pengertian belajar menurut pemikiran para ahli. Walaupun terjadi perbedaan yang dipengaruhi oleh sudut pandang yang berbeda, tetapi pada prinsipnya mempunyai titik persamaan.
Agoes Soejanto mendefinisikan belajar adalah sebagai berikut:

9
“Belajar adalah suatu proses perubahan yang terus menerus pada diri manusia karena usaha untuk mencapai ke arah kehidupan atas bimbingan tentang cita-citanya dan sesuai dengan cita-cita dan falsafahnya”.
Berbeda dengan Agoes Soejanto, Prof. Dr. Nasution dalam bukunya mengemukakan bahwa:
“Belajar adalah perubahan-perubahan dalam sistem urat syaraf ….. Definisi lain belajar adalah penambahan atau pengetahuan …… Definisi ketiga merumuskan bahwa belajar adalah sebagi perubahan kelakuan berkat pengalaman dan latihan”.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut ditinjau dari sudut peristiwa yang terjadi pada sitem psichophisis seseorang yang melakukan belajar berarti suatu proses bekerjanya sistem urat saraf dimana berbagai perubahan terjadi didalamnya.
Ditinjau dari sikap individu dalam menghadapi objek yang dipelajari, belajar dalah suatu kegiatan menyusun dan mengatur lingkungn dengan sebaik-baiknya, sehingga lingkungan tersebut terserap oleh individu yang bersangkutan.
Jika ditinjau dari segi kegiatannya, belajar adalah suatu kegiatan untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pegetahuan dan pengembangan tertentu dari sikap-sikap bagi orang yang melakukannya.
Dari uraian di atas, belajar mempunyai beberapa pengertian yaitu yang pertama bahwa belajar merupakan perubahan-perubahan dari proses bekerjanya urat syaraf. Kedua belajar mepunyai arti kemampuan menyusun dan mengatur lingkungan dengan  sebaik–baiknya  dan  yang  ketiga  belajar merupakan suatu
10
proses untuk memperoleh pengertian dan pengembangan sikap. Ditinjau dari masanya (modern dan tidaknya), belajar memiliki dua pengertian, yaitu:
a. Menurut Pendapat Tradisional
Menurut pendapat tradisional, belajar adalah: “menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan (Nasution, Azas-Azas Kurikulum)
Berdasarkan pendapat ini belajar merupakan suatu proses pengumpulan bermacam-macam pengetahuan sebanyak-banyaknya. Jadi yang diutamakan dalam belajar menurut pendapat ini adalah pendidikan intelek, dimana anak didik diberikan beraneka ragam pelajaran untuk menambah pengetahuan terutama dengan jalan menghafal. Dalam hal ini kemampuan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh (praktik) kurang diutamakan.
b.Menurut Pendapat Modern
Menurut pendapat modern, belajar adalah: “a change a behavior” atau perubahan tingkah laku seperti yang telah di definisikan oleh Ernest R. Hilgard:
“Learning is the process by wick an activity originates or is changed through training procedures (weather in the laboratory or in the natural environment), as distinguished from changes by factors not attributable to training.

Dalam definisi tersebut dikemukakan bahwa seseorang itu belajar apabila ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya ia tidak dapat melakukan atau mengerjakan. Dan adanya perubahan tingkah laku apabila ia menghadapi suatu keadaan.

11
C.     Pengertian Pendekatan Konstruktivisme
Para penganut konstruktivisme (Paul Suparno, 19997 dalam Hera Lestari Mikarsa, 2007) berpendapat bahwa pengetahuan itu adalah merupakan konstruksi dari kita yang sedang belajar. Pengetahuan bukanlah kumpulan fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, tetapi merupakan konstruksi   kognitif    seseorang    terhadap    objek,    pengalaman,    maupunlingkungannya. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah ada di sana dan orang tinggal mengambilnya, tetapi merupakan suatu bentukan terus menerus dari seseorang yang setiap kali mengadakan reorganisasi karena munculnya pemahaman yang baru.
Von Glaserveld menyebutkan beberapa kemampuan yang diperlukan untuk proses pembentukan pengetahuan itu, seperti (1) kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman, (2) kemampuan membandingkan dan mengambil keputusan akan kesamaan dan perbedaan, dan (3) kemampuan untuk lebih menyukai suatu pengalaman yang satu dari pada yang lain. Von Glaserfeld membedakan tiga level konstruktivisme dalam kaitan hubungan pengetahuan dan kenyataan, yakni konstruktivisme radikal, realisme hipotesis, dan konstruktivisme yang biasa.
Dengan mengacu pada pandangan konstruktivisme, Bredekamp dan Rosegrant (1992) akhirnya menyimpulkan bahwa anak akan belajar dengan baik dan bermakna apabila dalam proses pembelajaran tersebut : (1) anak merasa aman secara psikologis serta kebutuhan-kebutuhan fisiknya terpenuhi, (2) anak mengonstruksi pengetahuan, (3) anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak lainnya, (4) anak belajar melalui bermain,
12
(5) minat dan kebutuhan anak untuk mengetahui dapat terpenuhi, dan (6) unsur variasi individual anak diperhatikan.
Selanjutnya  M. Sholehudin (1999) merumuskan sejumlah pemikiran yang memungkinkan aktivitas belajar anak SD lebih bermakna dengan menerapkan prinsip   konstruktivisme.   Pandangan   ini   menghendaki   para   guru  untuk menerapkan pendekatan mengajar yang berpusat pada anak (child-centered teaching approach), yaitu :
1.            Orientasi mengajar tidak hanya pada segi pencapaian prestasi akademik
2.            Untuk membuat pelajaran bermakna bagi anak, topik-topik yang dipilih dan dipelajari didasarkan pada pengalaman-pengalaman anak yang relevan.
3.            Metode mengajar yang digunakan harus membuat anak terlibat dalam suatu aktivitas langsung dan bersifat bermain yang menyenangkan.
4.            Dalam proses belajar, kesempatan anak untuk bermain dan bekerja sama dengan orang lain perlu diprioritaskan.
5.            Bahan-bahan pelajaran yang digunakan hendaknya bahan-bahan yang kongkret, dan kalau mungkin dengan bahan yang sebenarnya.
6.            Dalam menilai hasil belajar siswa, guru tidak hanya menekankan aspek kognitif (dengan tes tulis) saja, tetapi mencakup seluruh domain perilaku anak yang relevan dengan dengan melibatkan sejumlah alat penilaian.
7.            Ide di atas akhirnya mengimplikasikan perlunya para guru menampilkan peran utama sebagai guru dalam proses pembelajaran anak, dan bukannya sebagai transmitor pengetahuan kepada anak.









BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A.          Subjek Penelitian
2.      Lokasi Penelitian
Penelitian sebagai perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan di kelas IV semester satu SD Negeri 2 Keputran Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Lampung, yaitu di kilometer 8 Pringsewu arah Kalirejo.
3.      Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan yaitu mulai tanggal 01 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2009, dengan 12 jam pelajaran (6 kali pertemuan). Siswa yang menjadi subjek penelitian ini berjumlah 23 orang siswa, yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti (guru  bidang  study), seorang obsever, dan kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. Sebagai gambaran kongkret jadwal penelitian ini adalah :
Tanggal 06 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus I
Tanggal 13 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus II
Tanggal 20 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus III
Tanggal 09 Oktober 2009 untuk mata pelajaran PKn siklus I
Tanggal 16 Oktober 2009 untuk mata pelajaran PKn siklus II
Tanggal 23 Oktober 2009 untuk mata pelajaran PKn siklus III
4.      Mata Pelajaran
Adapun mata pelajaran yang di teliti adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
13
14
5.      Kelas
Kelas yang dijadikan tempat penelitian ini adalah Kelas IV SD Negeri 2 Keputran Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu.
6.      Karakteristik Siswa
Secara umum keberadaan siswa kelas IV SD Negeri 2 Keputran tergolong anak yang biasa-biasa, baik ditinjau dari segi kecerdasan (intellegensia) maupun kepribadian dan moralitasnya. Namun dari segi latar belakang keluarganya, mereka cukup beragam. Secara ekonomi keluarga mereka cukup beragam, mulai dari ekonomi klas rendah (yang mayoritas), ekonomi menengah, dan ekonomi klas tinggi (walaupun tidak terlalu banyak namun juga ada beberapa anak yang berasal dari keluarga mampu). Demikian juga latar belakang pendidikan keluarga (orang tua murid) amat beragam, mulai dari SD sampai yang Sarjana.

B.           Deskripsi Per Siklus
Adapun pelaksanaan penelitian ini melalui langkah siklus sebanyak tiga siklus,  dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : Perncanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) (Suharsini Arikunto, 2006).  
1.      Perencanaan
b.            Menyusun jadwal mengajar
c.             Membuat perangkat pembelajaran
d.            Menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan
15
e.             Mempersiapkan media pembelajaran yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran
f.             Mempersiapkan lembar observasi dan catatan lapangan
2.      Pelaksanaan
Tahap ini merupakan pelaksanaan dari tahap perencanaan, yang meliputi :
a.             Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang dicapai dan membagi kelompok belajar;
b.            Guru memotivasi siswa agar belajar bersama dalam kelompok dan bertanggung jawab pada kelompoknya;
c.             Guru menyampaikan materi yang telah ditentukan dan mengefektifkan diskusi kelompok, serta bertanya jawab;
d.            Guru bersama teman sejawat mengamati proses kegiatan diskusi kelompok yang sedang berlangsung dan guru memberikan bimbingan pada siswa;
e.             Setiap kelompok menulis hasil kerja kelompoknya di papan tulis, diwakili oleh salah satu siswa dari kelompoknya dan memberikan kesempatan pada kelompok lain untuk menanggapinya;
f.             Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi;
g.            Guru memberikan tes tertulis secara individu di akhir siklus;
h.            Siswa yang mendapat nilai kurang dari 65 dan rata-rata nilai yang kurang dari ketentuan mnimal, maka dilakukan perbaikan.
3.      Pengamatan/Pengumpulan Data
Dalam pengamatan penelitian tindakan kelas  ini peneliti bekerja sama dengan  guru  (teman sejawat)  yaitu    seorang    guru    dari    SD  Negeri 2
16
Keputran, yang bertugas mengamati selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan ini dituangkan dalam catatan lapangan yang telah dipersiapkan.
1)      Lembar Pengamatan 1 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang digunakan untuk menilai kinerja guru dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
2)      Lembar pengamatan 2 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang digunakan untuk menilai kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
3)      Lembar Pengamatan 3 adalah data primer yang digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa pada setiap siklus.

4.      Refleksi
Refleksi ini merupakan kegiatan dalam menganalisis, memahami dan membuat kesimpulam berdasarkan hasil pengamatan dan catatan lapangan. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes dan observasi, serta menentukan perkembangan kemajuan dan kelemahan yang terjadi, sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya.
Pada siklus II, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus I dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus II ini telah banyak ditemukan kelemahan-kelemahan apada siklus I dan di sini diadalan perbaikan.

17
Pada siklus III, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus II dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus III ini telah banyak dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan pada siklus II. Jadi pada silkus ini merupakan siklus pamungkas dalan perbaikan.



















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Hasil Penelitian
1.      Hasil/Temuan yang Diperoleh
Pada setiap akhir pembelajaran siklus I, II, dan III, selalu diadakan tes evaluasi dan pengamatan. Hasil tersebut akan disajikan dalam bentuk tabel yang memuat isi keseluruhan hasil / temuan yang diperoleh selama melaksanakan penelitian. Hasil tersebut diperoleh dari catatan-catatan peneliti sendiri dan catatan-catatan guru pendamping atau teman sejawat.
Tabel 1 : Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Mata Pelajaran IPA
NO
NAMA SISWA
SIKLUS
I
II
III
1
Ambar Asmoro
40
55
65
2
Ajeng Trisnawati
55
64
70
3
Adi Setiawan
60
71
79
4
Bela Rahmawati
61
73
81
5
Imam Riski
72
81
93
6
Septi Handayani
43
55
65
7
Miftahul Huda
35
47
55
8
Siska Fitri F
67
75
89
9
Kurniawan
71
82
93
10
Calxashoriq
74
86
95
11
Retno Adelia
55
65
75
12
Dani Ramadani
37
43
56
13
Dwi Yan Gilang
65
75
86
14
Salma Q
67
77
87
15
Erik Aprianto
60
71
85

18
19
16
Ican Pradana
73
81
84
17
Sandi Bagus
41
51
65
18
M. Baret S
43
55
66
19
Yusuf Ramadhan
70
81
94
20
Abdul Aziz
61
74
87
21
Samsul Haris
55
65
74
22
Siska Kemala
34
47
53
23
Ilham
65
66
77
JUMLAH
1304
1540
1774
RATA-RATA
56,69
66,95
77,13

Tabel 2 : Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Mata Pelajaran PKn
NO
NAMA SISWA
SIKLUS
I
II
III
1
Ambar Asmoro
45
56
65
2
Ajeng Trisnawati
54
60
71
3
Adi Setiawan
60
69
77
4
Bela Rahmawati
62
70
81
5
Imam Riski
74
83
95
6
Septi Handayani
45
53
65
7
Miftahul Huda
36
45
55
8
Siska Fitri F
65
74
83
9
Kurniawan
70
81
90
10
Calxashoriq
75
84
93
11
Retno Adelia
53
63
74
12
Dani Ramadani
35
45
54
13
Dwi Yan Gilang
66
74
83
14
Salma Q
65
75
86
15
Erik Aprianto
61
67
77
16
Ican Pradana
72
85
95

20
17
Sandi Bagus
40
50
64
18
M. Baret S
45
56
66
19
Yusuf Ramadhan
71
82
91
20
Abdul Aziz
66
77
88
21
Samsul Haris
50
60
70
22
Siska Kemala
45
56
67
23
Ilham
55
65
74
JUMLAH
1310
1466
1765
RATA-RATA
56,95
63,73
76,73

Tabel 3 : Hasil Ulangan Harian Siswa Mata Pelajaran IPA
NO
NAMA SISWA
SIKLUS
I
II
III
1
Ambar Asmoro
40
55
65
2
Ajeng Trisnawati
55
64
70
3
Adi Setiawan
60
71
79
4
Bela Rahmawati
61
73
81
5
Imam Riski
72
81
93
6
Septi Handayani
43
55
65
7
Miftahul Huda
35
47
55
8
Siska Fitri F
67
75
89
9
Kurniawan
71
82
93
10
Calxashoriq
74
86
95
11
Retno Adelia
55
69
75
12
Dani Ramadani
37
43
56
13
Dwi Yan Gilang
65
75
86
14
Salma Q
67
77
87
15
Erik Aprianto
60
71
85
16
Ican Pradana
73
81
84
17
Sandi Bagus
41
51
70

21
18
M. Baret S
43
65
80
19
Yusuf Ramadhan
70
81
94
20
Abdul Aziz
61
74
87
21
Samsul Haris
55
65
74
22
Siska Kemala
34
47
53
23
Ilham
65
66
77
JUMLAH
1319
1553
1793
RATA-RATA
57,34
67,52
77,95

Tabel 4 : Hasil Ulangan Harian Siswa Mata Pelajaran PKn
NO
NAMA SISWA
SIKLUS
I
II
III
1
Ambar Asmoro
50
56
65
2
Ajeng Trisnawati
54
60
71
3
Adi Setiawan
60
69
77
4
Bela Rahmawati
62
70
81
5
Imam Riski
74
83
95
6
Septi Handayani
45
53
65
7
Miftahul Huda
36
45
55
8
Siska Fitri F
65
74
83
9
Kurniawan
70
81
90
10
Calxashoriq
75
84
93
11
Retno Adelia
53
63
74
12
Dani Ramadani
35
45
54
13
Dwi Yan Gilang
70
74
83
14
Salma Q
70
75
86
15
Erik Aprianto
61
67
77
16
Ican Pradana
72
85
95
17
Sandi Bagus
40
50
65
18
M. Baret S
45
56
66

No comments: