Monday, March 26, 2012

BAB I PKP UT IPA KELAS 5 Oleh MARIA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan aktivitas guru yang berupa kegiatan menciptakan sistem lingkungan agar mental dan pikiran anak terdorong dan terangsang untuk melaksanakan aktivitas belajar. Dalam pembelajaran adalah perbuatan yang kompleks, artinya kegiatan pembelajaran yang melibatkan banyak komponen dan toleransi serta faktor yang perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu perencanaan maupun kegiatannya membutuhkan pertimbangan-pertimbangan yang arif dan bijak. (Gagne : 1975 : 30)
Dalam pembelajaran guru dapat melakukan berbagai jenis tindakan yang menggambarkan peranannya dalam pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan manusia peran guru dalam pembelajaran juga semakin kompleks. Tindak pembelajaran yang diperankan guru, tidak hanya sekedar penyebar informasi dengan tanpa mempertimbangan apakah bahan pelajaran yang diberikan itu sesuai atau tidak dengan kesanggupan, kebutuhan, minat   dan   tingkat  kesanggupan  atau perkembangan serta pemahaman siswa.
Salah satu bentuk kondisi belajar  adalah adanya kondisi belajar yang kuat baik yang datangnya dari dalam (motivation intrinsic), maupun dari luar (motivation ekstrinsik). Pentingnya menimbulkan motivasi belajar ini, tampak pada langkah-langkah pertama dan intruksional event, yaitu langkah menimbulkan motivasi (motiviton vase). Tanpa motivasi, maka perubahan tingkah laku tidak akan terjadi pada diri siswa. Sebab adanya motivasi yang kuat, menunjukkan adanya minat untuk mencapai tujuan tertentu.
Berbagai macam tingkah laku teknik  yang  telah  diupayakan  pendidik misalnya dengan menaikkan tingkat, penghargaan, peranan-peranan kehormatan, piagam, prestasi, pujian bahkan celaan telah digunakan untuk mendorong peserta didik agar mau belajar. Namun ada kalanya guru tersebut tidak tepat dalam menggunakan teknik-teknik atau strategi dalam pembelajaran, sehingga tujuan yang diharapkan tidak tercapai.
Dengan tumbuhnya motivasi pada diri siswa akan dapat mengurangi dan menepis anggapan bagi siswa dalam teori tabularasa, bahwa siswa dianggap seperti kertas putih bersih atau otak siswa itu seperti botol kosong yang diap ditulisi atau dicorat-coret atau diisi apa saja oleh kepiawaian guru dalam “memasukkan” ilmunya ke dalam otak siswa. Tugas guru bukanlah mengajar semata, namun menjembatani siswa agar lebih mudah dalam menerima pelajaran. Dalam hal ini seorang guru harus dapat menerapkan metode yang bervariasi dalam sebuah pengajaran sehingga suasana pembelajaran tidak membosankan, dan sebaliknya semua siswa di kelas itu dapat dilayani dengan baik. Ada siswa yang bertipe auditif (mudah mendengar informasi yang didengarnya), dan ada yang bersifat visual (yang mudah memahami sesuatu yang diamati dengan penglihatannya), ataupun yang bertipe motorik (segala sesuatu mudah dipahaminya asalkan ia dapat menggunakan kemampuan motoriknya dalam proses pembelajaran). Setidaknya guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang variatif yang memungkinkan semua tipe siswa dapat menangkap informasi pembelajaran yang diberikannya. Penerapan multi metode memungkinkan siswa mengalami pembelajaran yang efektif. bisa dikatakan apabila siswa strategi pembelajaran merupakan jembatan tercapainya transfer ilmu pada siswa.
Salah satu strategi pembelajaran tersebut adalah metode penerapan pendekatan mastery learning (pembelajaran tuntas). Pembelajaran    mastery   learning ini pada dasarnya adalah kegiatan belajar perseorangan ditujukan untuk menampung kegiatan pengayaan dan perbaikan (Depdikbud : 1990). Kegiatan pembelajaran perseorangan dapat membantu proses belajar mengajar yang mengarah pada optimalisasi kemampuan siswa secara individu. Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tersebut di antaranya guru memiliki kemampuan yang berkenaan dengan : (1) mengkaji hasil prestasi belajar siswa; (2) merencanakan, melaksanakan serta menilai program perbaikan dan pengayaan hasil belajar siswa;  (3)  melaksanakan  kegiatan    belajar    mengajar dalam latihan secara perseorangan. Teori ini lebih menaruh perhatian pada peristiwa-peristiwa internal,yaitu aktif kreatif dan tuntas.
Sebagai gambaran pada pertemuan awal di kelas bahwa hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas V yang ditemukan pada Ulangan Harian pada pra siklus sebelum penelitian ini dimulai, bahwa dari 20 siswa yang mendapat nilai  ≥ 65 sebanyak 8 siswa atau sekitar 40 %. Rendahnya hasil belajar siswa ini merupakan masalah pembelajaran. Jalan terbaik mengatasinya adalah dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena PTK identik dengan pelaksanaan penelitian melalui langkah siklus,  dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : Perencanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) (Suharsini Arikunto, 2006).   Dengan tahapan yang seperti ini diharapkan masalah-masalah pembelajaran dapat dicari solusinya. Adapun data nilai yang ditemukan tersebut sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 1 : Data Nilai Hasil Ulangan Harian Kelas V Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Pra Siklus)
NO
NAMA SISWA
NILAI
1
Ailul Umayah
40
2
Badrul Huda
55
3
Bagas Prasetyo
60
4
Deni Juliansyah
61
5
Elya Maeliza
72
6
Laela Aniyatul Ahida
43
7
Feni Indah Rosita
35
8
Monik Agustina
67
9
M. Iqbal Tajudin
71
10
M. Royan Soib
74
11
Rizky Alwifiyan
55
12
Rio Rizkyawan
37
13
Sulton Aziz
65
14
M. Saifudin
67
15
Wahyudi
60
16
Aditia Febriana
73
17
Asrul Fauzaki
41
18
Adi Darmawan
43
19
Dimas Aulia
70
20
Febri Prihantoro
61
JUMLAH
1150
RATA-RATA
57,50





Sumber : Data Nilai Kelas


 Rentang Nilai Pra Siklus Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas V SD Negeri 02 Sidomulyo

NO
INTERVAL
JUMLAH SISWA
PROSENTASE
1
2
3
4
5
6
7
≤ 40
41 – 50
51 – 60
61 – 70
71 – 80
81 – 90
91 - 100
4
3
4
6
3
0
0
20,00 %
15,00 %
20,00 %
30,00 %
15,00 %
0
0


B.     Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini permasalahan yang dirumuskan adalah :
Bagaimana peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas V SD Negeri 02 Sidomulyo melalui pendekatan pembelajaran mastery learning?

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.  Ingin mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas V Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri 02  Sidomulyo tahun pelajaran 2010/2011.
2.  Ingin mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2010/2011 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri 02 Sidomulyo tahun pelajaran 2010/2011.

D.    Manfaat Penelitian
Suatu penelitian tentunya diharapkan mempunyai kegunaan atau manfaat bagi berbagai pihak, antara lain:
1.  Bagi Guru
Membantu guru dalam usaha menemukan bentuk pembelajaran dan sebagai bahan masukan untuk mengetahui bahwa pendekatan pembelajaran Mastery Learning merupakan salah satu bentuk upaya dalam kegiatan pembelajaran yang memngkinkan dapat menambah atau meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa.
2.   Bagi Lembaga yang Diteliti
Penelitian dapat dijadikan sebagai tolak ukur serta inovasi dalam pengelolaan Pendidikan di sekolah, serta sebagai motivasi untuk kemajuan dan perkembangan  pendidikan  di sekolah,  selain  itu  juga  sebagai  suatu
usaha dalam rangka mencapai tujuan kurikulum seperti yang telah dirumuskan dalam kurikulum sekolah.
3.   Bagi Siswa
Memotivasi siswa yang dimungkinkan dapat mendorong penigkatan aktivitas dan hasil belajar.

No comments: